Sejarah Pertambangan Aceh
Ditulis oleh , pada Kamis, 01 Januari 1970

Kegiatan usaha pertambangan umum di Aceh telah dimulai jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, bahan galian yang dieksploitasi adalah endapan emas plaser (alluvial) yang terkonsentrasi dibeberapa sungai utama pada “Cekungan Meulaboh“ Aceh Barat.

Sejak tahun 1900 orang-orang Portugis dan India telah melakukan pendulangan emas di sungai-sungai utama pada “Cekungan Meulaboh”. Pendulangan emas secara tradisional di Aceh Barat

Pemerintah Belanda telah menerbitkan pula hasil penyelidikan emas di daerah ini dalam bentuk buku laporan tahunan 1919. Pada akhir tahun 1930 Marsman’s Algemene Ekploratie Maatschappij (MAEM) melakukan melakukan penyelidikan emas di Krueng Woyla dan Krueng Seunagan (Blang Agoi) dengan mengunakan bor bangka dan membuat sumur uji.

Jepang melakukan penyelidikannya tahun 1939–1945, kemudian setelah Perang Dunia II dilakukan penyelidikan oleh de Groet disepanjang Krueng Kila (Tuwih Saraja) dan Krueng Cut. Penyelidikan di daerah aliran Krueng Woyla telah dilakukan oleh Teungku Daud (1950), Charter Consolidated (1973) dan AMAX (1978-1979).

Produk tertinggi yang dihasilkan perusahaan ini terjadi pada tahun 1991 yaitu emas sebanyak 122,93 Kg, perak 9,60 kg dan platina 2,50 Kg. Sedangkan di Krueng Woyla dan Krueng Cut telah dilakukan pendulangan emas oleh penduduk setempat sebagai pekerjaan sampingan selain bertani. Biasanya sekali mendulang, setiap pendulang menghasilkan 1 s/d 11 butir emas, dan setiap harinya setiap pendulang dapat memperoleh hasil rata-rata 0,4-3 gram emas. Selain sebagai pekerjaan sampingan, pendulang emas ini telah dilakukan secara turun temurun oleh penduduk setempat.

Untuk bahan galian batubara yang mengusahakannya PT. Bintang Purnama Manggala. Pertama kali melakukan ekplorasi batu bara di Aceh Barat pada tahun 1985 sampai dengan tahun 1989. untuk melanjutkan ketahap ekploitasi/ produksi, perusahaan ini dapat kendala berupa tumpang tindih 75% lahan usaha pertambangan batu bara dengan lahan pembinaan transmigrasi di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat.

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32